Laman

Blog Sedang Maintenance dan Entri Data

Selasa, 09 Juli 2013

8.000 Orang "Serbu" Kongres Guru Nasional

Kongres Guru Indonesia 2013 sekaligus Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kongres diikuti sekira 8.000 orang, dengan rincian 1.800 peserta dan sekira 6.000 peninjau. Pada Senin, 1 Juli 2013 sore, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangtendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Unifah Rosyidi membukanya secara organisasi.

"Saat ini ada 3.902 yang sudah datang dari seluruh provinsi, kabupaten dan kota," katanya, seperti dikutip dalam situs resmi Kemendikbud, Rabu (3/7/2013).

Para peserta dan peninjau tersebut terdiri dari Pengurus Besar PGRI, Badan Penasihat PGRI, utusan PGRI provinsi, kabupaten dan kota, serta utusan pengurus asosiasi dan profesi keahlian sejenis.

"Selain kongres, selain mengikuti secara resmi yang telah ditetapkan organisasi, ada acara peningkatan kemampuan profesi," jelas Unifah.

Nantinya para peserta dan peninjau bisa mengikuti ceramah dan seminar nasional yang disampaikan beberapa menteri, pimpinan MPR, pimpinan DPD, serta Kapolri. Pada hari pertama, 3 Juli 2013, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Azwar Abubakar, memberikan paparan dengan topik Kebijakan Pemerintah dalam Pemenuhan Kebutuhan Guru dan Tenaga Kependidikan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.

Sedangkan pada 4 Juli, terdapat seminar Peningkatan Kualitas Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum 2013. Seminar ini dibagi lagi menjadi empat acara di lokasi yang berbeda-beda.

Pertama, Sosialisasi Kurikulum 2013 di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan, Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan di Ruang Sidang Gedung D Lantai 18 Kemdikbud, Penegakan Kode Etik dan Perlindungan Profesi Guru di Ruang Sidang Gedung D Lantai 2 Kemdikbud, dan Penguatan Peran Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Ruang Sidang Gedung A Lantai 3 Kemdikbud.

Sementara Ketua Umum PGRI Sulistyo mengatakan, ada beberapa persoalan guru dan tenaga kependidikan yang perlu diperhatikan, seperti perbaikan lembaga pendidikan guru, pemenuhan kebutuhan guru terutama guru sekolah dasar, peningkatan kualifikasi dan sertifikasi, serta pembinaan dan pengembangan profesi dan karir yang tepat.

Sulistyo menuturkan, pada akhir kongres akan dikeluarkan rekomendasi untuk disampaikan ke pemerintah. Rekomendasi tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari berbagai daerah.

Sumber :   pgri.or.id


Artikel Terkait Lainnya :: Share Apa Saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Berlangganan artikel via email!
reader